BENARKAH KITA MERDEKA?

Dalam menyambut hari kemerdekaan ini beragam acara serta hiburan ikut memeriahkan setiap desa sampai perkotaan, bendera dan umbul-umbul menghiasi setiap rumah, jalan-jalan dan sudut-sudut tempat yang ada. Semua kalangan masyarakat baik tua maupun muda turut serta dalam meramaikan hari kemerdekaan ini.

Tapi ditengah keramaian ini ada baiknya sejenak kita merenung, kita tarik nafas dalam-dalam lalu kita pusatkan fikiran kita kemasa enam puluh tiga tahun lebih masa yang silam.

Dulu negri tercinta ini penuh dengan tangisan dan darah, kekejaman para penjajah tidak memberikan harapan dihati nenek moyang kita untuk bisa tertawa dan bergembira seperti apa yang kita rasakan saat ini. Hari-hari mereka dipenuhi dengan fikiran-fikiran bagaimana caranya agar dapat mengusir penjajah dari tanah air tercinta ini, tak pernah mereka memikirkan bagaimana caranya agar bisa makan enak, punya rumah mewah, mobil mewah atau bagaimana caranya agar dapat mempunyai kekuasaan dan bersenang-senang diatas penderitaan orang lain. Yang ada diotak mereka adalah bagaimana agar bisa merdeka dari para penjajah, agar anak cucu mereka tidak mengalami nasib seperti mereka dan agar negeri tercinta ini dapat menjadi negeri yang dapat memberikan rasa tentram, damai dan sejahtera kepada penduduknya. Sekali lagi mereka berjuang bukan ingin enak sendiri, bahkan mereka korbankan harta serta nyawa mereka untuk terlepas dari belenggu penjajah.

Tapi ternyata setelah kita merdeka, penjajah telah terusir dari bumi pertiwi ini. Banyak diantara kita yang hanyut terbawa oleh hal-hal yang merusak nilai-nilai kemerdekaan ini. Walaupun penjajah telah terusir, tapi peninggalan mereka dan bahkan kekuasaan mereka masih bisa mengatur negeri ini. Dan bahkan budaya jelek merekapun mampu mempengaruhi setiap jiwa individu, sebagai contoh adalah dari cara mereka berpakaian, padahal kita tahu bahwa membuka aurat itu haram hukumnya, apalagi sampai mengundang syahwat, tapi kalo ditanya mengapa kamu berpakaian seksi? macam-macamlah alasan mereka, ada yang mengatakan seni, ada yang mengatakan “menurut saya wanita itu adalah pemandangan yang bagus untuk dinikmati, dan saya juga merasa nyaman dengan pakaian ini” ada juga yang berdalih “inikan hak asasi”, padahal kalau alasannya HAM, apakah orang yang terganggu dengan kelakuan mereka tidak bisa mengatakan “hak kami dong melarang mereka, karena mereka itu akan meracuni orang lain lebih banyak lagi, bahkan anak dibawah umurpun ikut teracuni dengan fikiran-fikiran negatif”.

Dalam urusan sosial yang lebih luas lagi, negara kita masih belum bisa mengatur negeri ini dengan hukum yang lebih baik, hukum dinegara kita masih terpengaruh dengan hukum barat yang banyak tidak sesuai dengan hukum Islam, padahal penduduknya mayoritas muslim. Kekayaan alamnya banyak yang membuat negara lain menjadi kaya, tapi penduduknya sendiri masih miskin dan dibodohi. Kekayaan hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu yang mau mengorbankan dan bahkan menjual agama mereka demi kemewahan duniawi yang tidak kekal adanya. Mata hati mereka telah dibutakan oleh Allah SWT dari melihat kebenaran. Telinga mereka telah ditutup oleh Allah SWT dari mendengar kebeneran. Tapi mereka tidak buta dari melihat hal-hal yang bersifat duniawi.

Kita memang merdeka dari penjajah fisik, tapi penjajah yang menguasai kita sekarang jauh lebih berbahaya dan mematikan daripada penjajah dahulu. Mereka sekarang menyerang kita melalui fashionnya, narkobanya, makanan dan minuman lainnya yang bersifat menghancurkan generasi muda kita.

Mampukah kita terlepas dari semua itu? Mudah-mudaha Allah SWT mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua, kepada negeri ini, juga memberikan petunjuk kepada para pemimpin kita untuk dapat melaksanakan amanah yang mereka pikul, serta memberikan kemudahan kepadan mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka, dan juga semoga Allah SWT memberikan peringatan kepada para koruptor dinegeri kita agar mereka menyadari bahwa perbuatan mereka tersebut adalah dosa besar. Amin.

2 Tanggapan

  1. hhmmm…. no comment hehehe

  2. bukan hanya indonesia, banyak juga negara lain yg ikut terpengaruh oleh kebudayaan negara barat. Tapi, mudah-mudahan perbuatan orang-orang di indonesia tercinta ini dapat di ampuni oleh Allah SWT. amin

Tinggalkan Balasan